Pengertian Biomassage
Biomassage itu sendiri merupakan branded dari bioenergy dan massage. Bioenergi berasal dari dua suku kata, yaitu Bio dan Energi. Menurut kamus Bahasa Indonesia Bio berarti hidup dan Energi berarti kekuatan (Sugiono, 2008). Dalam arti yang lebih luas bio adalah kehidupan yang dapat muncul dari benda yang tidak hidup. Sedangkan, energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja dan daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. (Kemdikbud, 2016) Energi merupakan sesuatu yang bersifat abstrak yang sukar dibuktikan tetapi dapat dirasakan keberadaannya, sehingga energi merupakan kebutuhan manusia untuk bertahan hidup (Novi Puji Astuti, 2021).
Jadi bioenergi adalah segala kekuatan yang mengalir didalam sistem tubuh manusia yang tidak terlihat tetapi dirasakan oleh manusia dan menjadi kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Massage berasal dari bahasa Arab ‘mazsh’ yang artinya meraba atau memegang dengan lembut. Atau dari bahasa Yunani ‘massien’ yang berarti memijat, melulut. Akan tetapi, istilah yang paling popular adalah ‘maseur’ berasal dari bahasa Prancis yang artinya ‘menggosok’. (Latif, 2018).
Tujuan Biomassage
Tujuan biomassage adalah membantu kinerja pembuluh darah balik (vena), menghancurkan sisa pembakaran, mempertinggi tonus otot dan memperkuat peredaran darah pada kulit, melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik dan mengurangi konsumsi obat.
Dasar Dilakukannya Biomassage
Dasar dilakukannya biomassage adalah apabila sumber energi yang masuk kedalam tubuh belum maksimal penggunaannya sehingga terjadi ketidakseimbangan aliran energi yang ditandai dengan kolesterol meningkat, asam urat meningkat, daya imun menurun, mengerasnya kulit, terjadi kristal di titik tubuh bermasalah yang terasa bervariasi dari yang seperti pasir hingga terasa berbentuk benjolan dan perubahan warna kulit (Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia, 2021). Adapun tanda dari peningkatan kolesterol adalah nyeri dada, nyeri di tengkuk, kesemutan, tangan kebas, mudah lelah, mengantuk, bau mulut, pusing, sakit kepala (Fadli, 2021). Kelebihan asam urat ditandai dengan nyeri sendi terutama pagi hari, sendi bengkak atau asam urat mengkristal di persendian, sendi kemerahan, sendi terasa hangat dan lunak ketika ditekan.
Teknik Melakukan Biomassage
Teknik melakukan biomassage adalah dengan tahapan sebagai berikut :
- Bioenergi dasar
Dimulai pemecahan kolesterol dengan penekanan, terus penggesekan untuk memasukkan kolesterol dalam sel, terus fibrasi untuk menggetarkan sisa kolesterol. - Bioenergi lanjutan
Membersihkan kolesterol dan asam urat di persendian dengan reposisi tulang dengan teknologi tekjut terus mengalirkan energi. - Akupressur
Melakukan penekanan di titik meridian - Meridian Pada Penderita Hipertensi
- Meridian Pada Hipertensi

Keterangan :
- Titik nomor 1, 2 dan 3 berada di telapak kaki kanan dan kiri untuk membantu mengurangi tekanan di bagian tendon
- Titik nomor 4 berada di sela-sela tulang jempol dan telunjuk jari kaki kanan dan kiri yang berkaitan dengan usus 12 jari, lambung, kelenjar adrenalin, pankreas, ginjal, jantung, limpa, dan usus besar.
- Titik nomor 5 berada diantara jempol dan telunjuk jari tangan kanan dan kiri untuk menurunkan tekanan darah dan meredakan nyeri kronis.
- Titik nomor 6 terletak 2 jari di bawah pergelangan tangan kanan dan kiri Menenangkan fikiran dan jantung, menghilangkan angin
- Titik nomor 7 dan 8 terletak di pundak kanan dan kiri yaitu bermanfaat untuk penyakit hipertensi, nyeri bahu, stroke, sakit leher.
- Titik nomor 9 dan 10 terletak di cekungan tulang tengkorak belakang bagian bawah yang menjadi tempat saraf dan ligamen.
- Dan titik nomor 11 terletak tepat di atas kepala dan bermanfaat untuk mengatasi penyakit vertigo, migrain, sakit kepala menahun.
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
PIJAT HIPERTENSI TEKHNIK BIOMASSAGE MENGGUNAKAN STEAK CUMI
PENGERTIAN :
Pijat hipertensi dengan tekhnik Biomassage adalah pijatan yang dilakukan dengan steak cumi akan mengubah kolesterol yang ada diluar sel supaya masuk sel sehingga berubah menjadi urin dan energi sehingga memiliki efek releksasi dan menurunkan tekanan darah.
TUJUAN
- Memecah dan memasukkan kolesterol kedalam sel
- Mengubah kolesterol menjadi energi
- Merangsang hormon oksitosin
- Memperlancar sirkulasi darah
- Menurunkan ketegangan otot
- Relaksasi
- Menurunkan tekanan darah
ALAT DAN BAHAN
- Handuk/selimut kecil
- Bantal
- Minyak
- Steak kayu cumi
SIKAP DAN PERILAKU
- Menyapa klien dengan ramah dan sopan.
- Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
- Menanyakan kesiapan klien.
- Teruji menjaga privasi klien
PROSEDUR KERJA
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.
- Membantu melepaskan pakaian (memasangkan handuk/selimut kecil).
- Mendekatkan alat
- Memposisikan pasien berbaring telungkup atau duduk senyaman mungkin.
- Pastikan bahwa posisi ibu benar-benar sudah nyaman.
- Memberitahu pasien saat akan memulai tindakan diawali dengan tekanan pada punggung (mintalah untuk memberitahu jika pijatan terasa menyakitkan atau membuat tidak nyaman).
- Tuangkan minyak ke telapak tangan secukupnya, kemudian usapkan dan ratakan minyak keseluruh punggung lalu lakukan gesekan
- Gunakan steak cumi dengan dipegang telapak tangan, dan mulailah memijat dari bagian bawah punggung mengarah keatas. Selalu pijat kearah atas, dan kemudian secara perlahan dorong tangan ketepi punggung. Pertahankan kontak dengan punggung tanpa memberikan tekanan saat menarik tangan kembali kebawah. Pijatan ini dilakukan sampai tulang kosta kelima-keenam.
- Jika kolesterol didaerah punggung dan daerah lainnya dianggap sudah masuk dalam sel , maka mulailah lakukan pijatan pada titik meridiem hipertensi yaitu di telapak kaki kanan dan kiri, di selala-sela tulang jempol dan telunjuk jari kaki kanan dan kiri, diantara jempol dan telunjuk jari tangan kanan dan kiri, 2 jari di bawah pergelangan tangan kanan dan kiri, di pundak kanan dan kiri, di cekungan tulang tengkorak belakang bagian bawah, terletak tepat di atas kepala.tindakan ini dilakukan selama 20 menit.
- Lakukan tindakan penyaluran dengan pranayama dengan menempatkan telapak tangan diatas dahi
- Merapikan pasien.
- Membereskan alat
- Evaluasi respon ibu
TEHKNIK
- Teruji melakukan tindakan dengan sistematis dan berurutan
- Teruji tanggap reaksi pasien dan melakukan kontak mata dengan pasien.
- Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu.
- Teruji sabar dan teliti
- Dokumentasi
Terbit tahun 2023
Ditinjau oleh Dr. Nyoman Ribek, S.Pd., S.Kep., Ners.,M.Pd